Gue dan Pengabdi Setan

HA! Kritikuspurapura akhirnya membuat sebuah review mainstream dalam aksinya mencoba mengumpulkan followers dan visitor!

Shut up! Gak ada hubungannya. So why the fuck gw decided buat nulis review ini? Because I love my country dan pengen perfileman kita maju semaju-majunya.

So, I watched this movie. In the cinema. Alone.

What do i think about this movie?

Masterpiece…

Bahahahaha, yea. Right.

Gua gak akan membahas film ini dengan detail sedetail2nya. Orang2 punya otak dan selera yang make sense gue yakin setuju ama review gw. Yang gak setuju? Ya either elu fanboy ato emang loser in real life yang gak bisa nerima kenyataan.

I really really want to love this movie. BANGET. I love Tara Basro. She’s beautiful. Buat orang2 yang tau gua, pasti tau betapa biasnya gua kalo aktor2 favorit gue maen di dalam sebuah film. I respek Joko Anwar dan segala macem filmnya dalam usahanya memajukan perfilmeman indonesia. Janji Joni is awesome. And I fuckin love horror movie! It is one of my favorite genre. And i know, its a fuckin horror movie, buat apa logika dan sense dipake buat nonton film ginian? Because we are not a fuckin goddamn monkey yang gampang banget disisipin eksposisi demi eksposisi tolol yang muncul entah darimana without a fuckin proper reason. The first 20 minutes of this movie is so goddamn good, sampe2 bikin gw marah banget rasanya setelah itu. Bagaimana bisa sih seseorang yang udah foreplay asik buanget dan nikmat banget, tau2nya cuma ngecrot setelah penetrasi 10 detik? That’s what i felt about this movie. The first 20 minutes is everything I’ve ever want in an Indonesian horror movie. Harus gua akuin, auranya dapet banget. Kinda bikin gw inget ke film2 suzzana yang lebih magis but less campy. The actress yang maenin ibunya bener2 mantep banget gerakan badannya. I love her. But after that, the scares terlalu gampang tertebak and yang insult otak gua banget, itu hantu jadi kaya reminiscencenya Ratna Sarumpaet, eh salah Valak. FUCK.I know i know, james wan and his horror movies bener2 the master in its genre, but bukan berarti elu harus getting “inspired”, ato bahasa alusnya itu niru, walo ga mentah2 jump scares and everythingnya. Gile, rasanya kaya nonton the Conjuring versi Indo. Cuma dengan skenario ala2 geblek dan gak make sense and based by the original movie that I love so much. BORING. The twist is not bad, but eksekusinya konyol banget. Gua uda keabisan kata2 deh. And dont get me started at the ending yang maksa banget dan bener2 take my mind from the atmosphere. Rasanya tuh kaya elu nonton Heat, tapi endingnya kok Men In Black? WTF…

Berkiblat. Terinspirasi. Meniru. Menurut gue semuanya sah-sah aja. Asal eksekusinya mantap dan pas banget. But this movie is everything that is wrong about Indonesia Cinema jaman sekarang. Its all about the hype. The execution is big ass zero.

So, pengabdi Setan is a bad movie? No, i never said that. It is a mediocre movie yang seharusnya bisa jauh lebih baik lagi dengan merapatkan konten dan lebih fokus. Its the right step sih buat horror Indo modern. 5.5/10.

Advertisements

One thought on “Gue dan Pengabdi Setan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s