Gue and EVIL DEAD


Buat orang2 yang mikir seharusnya EVIL DEAD versi ini jangan dibandingin ama versi aslinya, shut up. This is a remade(or probably a reboot/pseudo sequel). Kinda like PREDATORS for PREDATOR. Jadi jangan salahin kalo penggemar setia the original EVIL DEAD Trilogy and ASH yang sama kerennya dengan gw ngebandingin film ini dengan versi aslinya.

Buat yang gak tau and familiar with the klise shit cerita EVIL DEAD, gw ceritain dikit. Five soul(six if you included the dog in this version) diem di cabin, nemuin book of the dead, and like all the stupid clueless and ignorant human read out salah satu ayat2 terlarang di dalam buku itu dan ngebangkitin a very sick and disturbing demon. Udah gitu doang.

Dari segi cerita, Keliatannya emang nothing really special, tapi satu yang gw rasain cukup nampol di versi taon 2013 ini. alur ceritanya yang bener2 unpredictable. Lu gak akan pernah bisa nebak who’s the main protagonist, dan scriptwriter film ini juga pinter banget maenin otak EVILDEAD fans like me by putting familiar scene after scene yang bikin gw ngerasa sok tau dan jago dalam nebak2 jalan ceritanya, padahal tetep aja lumayan ketipu. Selain cerita, efek gorenya juga mantep banget dan lumayan shocking. Trust me, I’ve seen a lot of gory movies from Serbian film sampe Grotesque, tapi EvilDead masih bisa bikin gw lumayan bergidik, terutama di scene cutter+lidah and mesin paku otomatis. Akting juga not bad lah, terutama yang jadi Mia. Bisa lah disetarain ama Megan Fox di the exorcist versi taon 76. LOL.

Dan sekarang, sampe deh dibagian yang paling ditunggu2, kritik gw terhadap ni film. First, a lot of inconsistency. Gw gak permasalahin deh hal2 yang gak masuk logic, karena ini emang film horror and come on, siapa sih yang pernah mikirin film2nya RAIMI by logic? Tapi, film harus konsisten dong. Masa lighting source ngaco2 arah2nya gitu(pas di ruangan bawah Tanah penuh aer), ato kenapa pas si Mia mokat luka2nya ilang semua, sementara pas Natalie mokat luka2nya gak balik? walopun gak banyak, tapi cukup menggangu buat gw. Second, tentang Tempo cerita. The original evil dead itu bener2 ampir gak ada jedanya. temponya naek terus terus terus and langsung BAM! Sementara versi 2013 ini gak konsisten. Tiba2 berhenti di tengah2 keseruan dan ketegangan cuma supaya plotnya maju sok dramatisir melankolis lengkap dengan music instrumental piano ala david foster yang corny! Ngerusak mood gw pas nonton beneran. Dan kekurangan terakhirnya itu, tentang overall themenya. Jujur, gw berharap sense of disturbing comedynya yang making fun of itself di evil dead original bakalan muncul di versi ini. Emang sih ada beberapa dialog yang gw akuin khas film2nya Raimi banget, tetapi secara keseluruhan, feel yang gw dapet dari film ini sebenernya gak jauh beda dari typical film2 yang satu demi satu mati di dalem kabin tengah hutan ato tipikal film2 barat tentang kerasukan.

Ada satu pemikiran yang cukup ngeganjel gw. Sepanjang ni film, cuma ada satu adegan yang cukup sadis dan keliatan banget di sensor. Cuma satu! Sementara film dengan boobs and naked body yang berseliweran dimana2 disensor abis2an ato bahkan gak masuk Indo. WHAT THE FUCK IS THAT? Jadi sadism itu lebih ditoleransi ama badan sensor indo dibandingin telanjang and seks? What kind of sick civilization sih kita ini? Jangan salah, gw lega banget begitu tau nyaris gak ada yang disensor di EVILDEAD ini, tapi in a way, gw agak2 ngerasa Badan Sensor kita ini bener2 double standard banget. FUCK SENSOR!

Gw gak bilang film ini jelek, tapi tentu aja jauh dari kata masterpiece. Cabin in the Woods and the original EVIL DEAD and its sequel definitely a lot better than this flick, but tetep aja, ni film cukup enjoyable kok buat ditonton. I really want to love this movie, but I can’t. I just can’t. Taglinenya as the most terrifying movie terlalu confident…

Advertisements

5 thoughts on “Gue and EVIL DEAD

      1. Bruce ‘Criesmary’ Campbell, sering2 lah ngereview film gan, daku rindu sekali membaca tulisan2 mu yang baru

  1. Gan,,,Coba dech tonton Aftershock. Trus,tolong tanggapannya,,,? Kalo menurut saya film ini bener2 paling touching banget dibanding film sejenisnya,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s