Gue dan 9 Lagu Terbaiknya Maliq & D’Essentials

Let us face it. Maliq is one of the greatest Indonesian Band of all time. I’m not kidding with it. Mereka punya band yang solid dan mantep banget secara teknis, koleksi lagu2 yang keren, dan yang paling penting, punya perkembangan yang luar biasa menarik. Maksudnya? Makin lama makin bagus. Yes, Maliq is one of those rare bands yang makin lama karyanya malah makin bagus. Gak kaya kebanyakan band yang makin lama either makin sampah ato makin tenggelam di dalam ketenaran mereka sendiri. Best example for this, COLDPLAY! That band is a garbage now. But album pertama mereka, holy frickin kentucky fried chicken shit. 5 stars indeed. Entah kenapa sekarang Coldplay jadi sebuah band yang gak ada bedanya ama Pizza dengan toping tai kucing, kondom bekas dan tentu aja, sperma kering. Bahan dasarnya enak banget(Pizza), tapi toppingnya najis. Coldplay itu satu dari alasan kenapa musik lama2 makin tai.

Kenapa jadi ngomongin coldplay coba?

Kembali ke kasus Maliq. Gue jujur aja, not a fan of them di awal2. Lagu2 mereka terlalu corny dan pop-ish nanggung gitu. Mereka mencoba banget menjadi Incognito/Jamiroquai/D’Sound-nya Indonesia. You can put Earth Wind and Fire juga di dalem sono. But they failed, and suaranya malah kedengeran kaya murahan. But, makin lama berkarya, Maliq kerennya malah makin original(this is overrated as shit sih), penuh identitas, kompleks, dan yang paling penting, idealis. Musik mereka dari awal ampe lagu trakhir mereka terdengan berbeda tapi sama sebenernya. Maksut gue, lu dengerin satu lagu mereka tanpa tahu what the fuck is that song, lu pasti bakal bisa tahu, ok, this shit is Maliq.

But, ada satu kekurangan Maliq yang menurut gue super important banget dan crucial yang menghalangi mereka jadi the greatest indonesia band of all time. Vokalis utama laki2 mereka. Angga. His voice is so bland, gak ada emosinya sama sekali, dan devoid of charisma. Gue pernah denger pengamen dengan suara lebih berkarakter daripada dia di pecenongan sono pas makan seafood. Hell man, gue di kamar mandi nyanyiin fake plastic tree juga lebih punya emosi dan depth daripada dia. Its such a shame lagu2 keren macem musim bunga, imajinasi, dinyanyiin ama suara yang seboring itu. I meant, dengan suara seboring itu aja lagunya kedengeran bagus, apalagi seandainya Maliq bisa nemuin vokalis yang sekelas Glen, Sandoro, or Tompi. Because once again, soul is the most important part buat music. Banyangin kalo si dhani jadi vokalis utamanya Dewa deh dari awal…

stop the bacot dan gue present to you, 9 lagu Maliq & D’Essentials favorit gue…

9. Kangen

Sebagai lagu pertama yang nempatin Maliq and D’Essential di peta permusikan otak gue, Kangen pantes dong masuk ke dalam list ini. Lagu yang gak biasa untuk ukuran band Indonesia pada saat itu emang bagus. The Piano Version only juga bagus.

8. Kita Jatuh Cinta

Lagu Maliq paling romantis. Bisa dipake buat Candlelight Dinner. Candlelight Sex. Or even Candlelight Breakup, kalo lu cukup fuck-up

7. Menari

Sesuai dengan judul lagu album dimana lagu Menari exist, Menari ialah salah satu lagu dari album Maliq, dimana mereka berhasil ngelompatin the invisible wall yang bikin banyak musisi2 lain tenggelam dan jatuh ke dalam lobang kebosanan tanpa evolusi. Menari is a beautiful song. I can imagine some kids listen to it. I can imagine some teenage group playing this lagu cinta dan nostalgia in their road trip. Cool song.

6. Bagaimana Kutahu(Version 2)

Versi aslinya ni lagu sebenernya bland dan vanilla abis. Tipikal ballad modernnya Maliq. But when they changed the aransement, lagu ini berubah jadi lebih manis, romantis dan personal. Amazing vocal work from Indah too, definitely favorit gue.

5. Taman

Ni lagu salah satu kelemahan gue nih. Biasa gue langsung auto suka ama lagu2 yang nonjolin rasa etnisitas Indo kaya gini. Makanya gue demen banget ama Kunokini. Mestinya banyak musisi Indo yang ngikutin dengan nyiptain lagu berasa kaya gini, kedengeran lebih kaya banget. Kaya Nurlelanya Trio Lestari juga. Or Snow in the Saharanya anggun, Gak kaya artis sok go international sampah yang mencoba mengubah identitasnya dari artis indonesia jadi artis rasa kulit hitam. THE FAKE ONE.

4. Ananda

Apapun yang berkaitan dengan music, kalo lu masukin sedikit Indra Lesmana di dalemnya, pasti berubah jadi keren, or at least Decent. Ananda jadi lagu Maliq yang paling teknis dan dinamis, gue yakin ini gara2 Indra Lesmana. You can feel the song evolved from the beginning until the end. Listen to the synth sepanjang lagu dan juga tipikal keyboard(or scat singing) worknya Indra yang bikin lagu ini jadi makin kaya.

3. Senja Teduh Pelita

Damn, I love this song. The bridge part is so amazing. Pas mereka sing, bolehkah aku bilang cinta repeatedly dengan nada yang berubah-rubah dan terus bercerita, I am sold. Lagu ini contoh lagu Maliq yang super fun banget buat dinyanyiin dan didengerin. You can feel the soul of the band oozing out from this song. Kaya Senja Teduh Pelita. Andai aja bukan si angga yang nyanyi ni lagu..

2. Imajinasi

Imajinasi gak kaya lagu2nya Maliq lainnya. Biasanya maliq, mau bikin lagu semellow/seballad apapun, you can still feel the freshness ato rasa Maliq di dalem lagu itu. Imajinasi ngebuang itu semua. Imajinasi sedikit bermain2 dengan rasa gelap, pekat, dan eksperimental(ini mungkin kejauhan). Dua lagu terakhir di list ini berada di level yang berbeda dengan seluruh lagu Maliq lainnya. Lumayan bikin gue kaget juga pas pertama kali denger lagu ini. Penuh ama instrument2 yang out of nowhere dan sedikit gak nyambung, tapi enak, but that’s where imajinasi come from. Lewat lagu ini, Maliq tell us, kalo mereka bukan sekedar band yang lagu2nya enak buat diputer di kafe.

1. Musim Bunga

Groovy, manis, dan fresh! Dengerin Musim Bunga itu kaya ngebaca sebuah buku yang indah, colourful dan pastel tentang kebun bunga dan angan-angan yang selalu ada di imajinasi setiap manusia yang pernah ada. Maliq bisa ngegambarin pas banget Musim Bunga lewat progress lagu yang terus menanjak, mencapai puncak, dan kemudian turun perlahan tetapi tetap memorable lewat ending lagu yang menurut gue pure genius. Cuma imajinasi yang berada di level yang sama dengan lagu ini. Bedanya, Musim bunga lebih penuh warna. Musim bunga lebih bikin kita pengen bergoyang santai. Lagu yang dibuat untuk dinikmati, dicerna, tanpa melupakan simfoni yang selalu ada di hati kita. Amazing song..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s