Gue dan Ruby Sparks

Sejujurnya, gw gak berharap banyak ama Ruby Sparks. Disaat gw lagi ngebikin katalog pribadi buat list of the greatest movie of 2012, gw yakin gak bakal ada yang ngalahin Life of Pi. Karena Django Unchained gak bakal tayang di indo this year, so gw masukin Tarantino’s latest directorial as a 2013 movie, and then RUBY SPARKS came along with its sexy and bitter red hair di pojokan folder2 film yang belom gw tonton. Setelah Life Aquatic of Steve Zizounya Wes Anderson, dan sebelom Le Havrenya Aki Kaurismaki.

Ruby Spark langsung bisa ngendok di otak gw sebagai film romantis pertama yang gak pake logika, tetapi bener2 realistik dan nyata.

Gak punya Logika karena ceritanya. Seorang penulis yang setelah sukses, 10 taon kemudian jadi anti sosial gitu gara2 kesuksesannya. Dan disaat dia nemuin kebuntuan parah disaat lagi nyoba nulis cerita barunya, dia dapet ide cerita soal imaginary girlfriend gitu. Tipe cewe ideal yang semua orang mau. GIRL. Not a person. The problem is, cewe itu tiba2 dateng ke dunia nyata. Bukan cuma dateng dan tipe2 imajinasi gitu, tapi berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Dengan kata lain, HIDUP. Ceritanya semacem Hirokazu Koreeda’s Air Doll, tetapi less dark, but lebih emotional. Realistik karena bagaimana plotnya berjalan. Cowo mau sebagaimanapun manis dan baik, itu selalu mengharapkan sesuatu yang ideal atau sempurna datang dari pasangannya, sementara cewe mau sebagaimanapun seksi dan menariknya, itu selalu penuh misteri dan gak akan pernah bisa ditebak kemana gerakan hidupnya mengarah. Dua hal ini yang bener-bener diterapin secara kontekstual dan realistik banget ama skripnya, padahal karakter cewenya tuh bener2 imaginary and in the same time REAL.

SKRIP, skrip dan Skrip. Bisa gw bilang jenius banget penempatan scene, twist, dan conversation point-nya. Ini traits paling penting dan kuat dari Ruby Sparks. Dari 40 menit pertama mata lu bakalan dibikin terbelalak bukan gara2 teknikalitas, atopun point2 penting lainnya, tapi murni gara2 cerita. Lu bakalan dibawa naek ke atas kereta penasaran deh. Gw tipe2 orang yang suka nebak2 cerita. Dari awal gw udah yakin Batman di The Dark Knight Rises itu cuma simbol, Al Pacino di Devil’s Advocate itu lucifer, JGL gak bakalan jadian ama si Queen hipster zoeey deschanel, dan warna kolornya si Emma Stone di the Help itu putih . Tapi Ruby Sparks bener2 gak bisa ditebak, ampir setiap 15 menit ada kejutan baru yang bikin dahi gw berkerut dan bikin gw makin mirip ama Clive Owen. Dan believe me, pas ending credit muncul, asumsi2 berbeda bakalan muncul di setiap orang yang nonton. Gw sendiri sih pribadi demen banget ama happy ending film ini, padahal gw termasuk orang paling sinis yang pernah ada di planet ini. Tapi bukan berarti skrip doang yang menonjol. Chemistry dari dua pemain utama si Paul Dano and si pemeran Ruby Sparks herself, Zoe Kazan itu mantep banget. Gak heran sih, mereka pacaran di dunia nyata. Cinematic style cukup quirky, dinamis dan entah kenapa ngingetin gw ke 500 Days of Summer + Eternal Sunshine. Dan that goddamn little detail yang bertebaran dimana2, its just like Scott Pilgrim vs The World all over again!

Cewe dan cowo yang nonton film ini bakalan punya perspektif yang beda tentang how the story is really goes. Cewe bakalan disindir dengan segala macem faktor randomisasi kaum vagina, dan cowo bakalan disindir dengan segala macem ego penis mereka. Tapi gw yakin, orang yang ngerti, nangkep dan know how it feels to be in a real mature relationship bakalan punya feeling yang sama kalau RUBY SPARKS is amazing. Film kaya gini udah langka. Film2 yang masih bisa ngejutin tanpa shock value. Film2 yang masih bisa bikin penasaran tanpa nebak2 ada apa dibalik beha dan kolor. Film2 bermakna yang bikin elu semua bertanya about how fuck up really is the ACTUAL relationship between women and man…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s